Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UNM Gelar Workshop Peninjauan Kurikulum: Hadirkan Pakar HISKI, Stakeholder, dan Alumni

WARTAKATA.ID, MAKASSAR — Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) melalui Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia menyelenggarakan Workshop Peninjauan Kurikulum sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu akademik dan penguatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja serta kebijakan pendidikan nasional terkini. Kegiatan ini menghadirkan narasumber pakar, stakeholder dunia kerja, alumni, dan mahasiswa dalam satu forum strategis.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FBS UNM, Prof. Iskandar, Ph.D., yang menegaskan bahwa kurikulum merupakan “living document” yang harus terus berkembang menjawab tantangan zaman. Ia menyampaikan bahwa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki peran penting dalam melahirkan generasi literat, kritis, dan adaptif terhadap perubahan teknologi, budaya, dan sosial.

Sebagai narasumber pakar, hadir Dr. Much. Khoiri, M.Si., Wakil Ketua HISKI Pusat, yang membawakan materi tentang arah pengembangan kurikulum dan tren perkembangan ilmu sastra global. Ia menyoroti pergeseran kajian sastra ke arah interdisipliner yang menghubungkan sastra dengan teknologi digital, ekologi budaya, media baru, dan humaniora kritis. Ia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan digital literary studies, naratologi mutakhir, dan analisis wacana budaya dalam desain kurikulum.

Dari sisi pengguna dan dunia kerja, hadir Multazam, S.S. (Harian Fajar), Riskal Ahmad, S.S. (Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara), dan Tasriadi, S.S. (Kabag Umum Kantor Bupati Gowa) sebagai narasumber stakeholder. Mereka menegaskan pentingnya lulusan dengan kompetensi berpikir kritis, literasi media, komunikasi profesional, dan adaptabilitas tinggi dalam menghadapi dinamika industri kreatif dan kelembagaan kebahasaan nasional.

Workshop ini juga menghadirkan narasumber alumni yang memberikan masukan konstruktif terkait relevansi kurikulum dengan dunia kerja dan peluang kolaborasi profesional. Diskusi berlangsung intensif dan produktif, menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan kurikulum Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia yang lebih adaptif, inovatif, dan kontekstual.

Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Nensilianti, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum ini akan diselaraskan dengan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan penguatan kebijakan “Kampus Berdampak”.

“Kurikulum bukan hanya tentang struktur mata kuliah, tetapi juga arah masa depan lulusan. Kolaborasi dengan industri, media, dan pemerintah menjadi kunci agar lulusan kami memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Ketua Panitia, Dr. Andi Sahtiani Jahrir, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, melainkan langkah nyata Prodi BSI untuk melakukan pembenahan kurikulum secara menyeluruh.

“Workshop ini menjadi momentum strategis untuk memastikan kurikulum Prodi BSI selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Kami ingin memastikan lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap bersaing di berbagai bidang kerja, baik nasional maupun internasional,” tegasnya

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, seluruh dosen, mahasiswa aktif, alumni, dan stakeholder dari berbagai sektor. Dengan penyelenggaraan workshop ini, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNM mempertegas komitmennya dalam membangun kurikulum transformatif dan kolaboratif, selaras dengan kebutuhan bangsa dan tantangan global, serta memperkuat posisi sastra Indonesia di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *