Model PINISI Value Jadi Rekomendasi Akademisi UNM untuk Pengembangan BUMDes Bulukumba

WICARA.CO.ID, BULUKUMBA – Tim akademisi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan audiensi sekaligus menyerahkan dokumen policy brief kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bulukumba, Senin, 20 Juli 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 2 Gedung Pinisi Kabupaten Bulukumba, yang menjadi pusat perkantoran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bulukumba. Audiensi menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan BUMDes serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Tim akademisi Program Studi Manajemen FEB UNM yang terlibat dalam penyusunan policy brief terdiri atas Sitti Hasbiah, Ilma Wulansari Hasdiansa, Rahmat Riwayat Abadi, dan Muh Al Fatah Arief Putra.

Dalam kegiatan tersebut, pemaparan substansi dan penyerahan dokumen policy brief diwakili oleh Muh Al Fatah Arief Putra, bersama rekan sesama akademisi, Widhi Nugraha Sumiharja Darmawinata.

Audiensi diterima langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bulukumba, Asdar Andi Bennu, didampingi Sekretaris Dinas PMD, A. Alif Amri Rauf, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa (PUED), Andi Agus Salim Ishak.

Akademisi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar, Muh Al Fatah Arief Putra, menyerahkan Policy Brief Model PINISI Value kepada Kepala Dinas PMD Kabupaten Bulukumba, Asdar Andi Bennu, didampingi jajaran Dinas PMD dan akademisi, di Gedung Pinisi Kabupaten Bulukumba, Senin (20/7/2026).

Model PINISI Value untuk Penguatan Ekonomi Desa

Dalam audiensi tersebut, tim akademisi UNM memaparkan policy brief yang mengusung Model PINISI Value, yaitu kerangka pengembangan ekonomi desa yang mengintegrasikan penguatan BUMDes, digital marketing, potensi ekonomi lokal, dan pariwisata berkelanjutan.

Model tersebut dikembangkan dengan melihat besarnya potensi yang dimiliki Kabupaten Bulukumba, mulai dari sektor pertanian, perikanan dan kelautan, UMKM, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga pariwisata.

Potensi tersebut dinilai perlu ditransformasikan menjadi nilai ekonomi yang lebih optimal melalui penguatan kelembagaan desa, peningkatan kapasitas pengelola BUMDes, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pasar.

Dalam pemaparannya, Muh Al Fatah Arief Putra menyampaikan bahwa BUMDes perlu didorong tidak hanya sebagai unit usaha desa, tetapi berkembang menjadi penggerak ekosistem ekonomi lokal yang mampu menghubungkan pemerintah desa, masyarakat, UMKM, produk unggulan, potensi wisata, dan pasar.

Melalui Model PINISI Value, pengembangan BUMDes diarahkan agar berbasis pada potensi dan karakteristik masing-masing desa, sehingga model bisnis yang dibangun memiliki relevansi dengan sumber daya lokal dan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah rekomendasi strategis yang disampaikan dalam policy brief antara lain pemetaan potensi ekonomi desa, penetapan BUMDes potensial sebagai pilot project, peningkatan kapasitas pengelola BUMDes, pengembangan produk unggulan desa, digitalisasi pemasaran, penguatan jejaring usaha, serta pengembangan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, masyarakat, dan pelaku usaha.

Kepala Dinas PMD Sambut Positif Rekomendasi Akademisi UNM

Kepala Dinas PMD Kabupaten Bulukumba, Asdar Andi Bennu, menyambut positif penyampaian policy brief dan rekomendasi yang disusun oleh tim akademisi Universitas Negeri Makassar.

Dalam diskusi, ia menekankan pentingnya memperhatikan karakteristik dan potensi masing-masing desa dalam mengembangkan BUMDes. Perbedaan sumber daya, kapasitas kelembagaan, kondisi masyarakat, serta peluang pasar menyebabkan pendekatan pengembangan usaha ekonomi desa tidak dapat dilakukan secara seragam.

Masukan dari kalangan akademisi dinilai dapat memberikan perspektif tambahan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pembinaan dan pengembangan BUMDes yang lebih kontekstual.

Audiensi juga membahas pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola BUMDes, penguatan tata kelola dan manajemen usaha, inovasi model bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk dan jasa desa.

Kepala Dinas PMD turut memberikan perhatian terhadap pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi desa. Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui pemetaan potensi, pendampingan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengelola, pengembangan model bisnis, hingga evaluasi terhadap kinerja usaha desa.

Policy Brief Didorong Menjadi Rekomendasi yang Implementatif

Audiensi tidak hanya menjadi agenda penyerahan dokumen, tetapi juga menjadi ruang dialog antara akademisi dan jajaran Dinas PMD Kabupaten Bulukumba mengenai kondisi aktual BUMDes, tantangan pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peluang implementasi rekomendasi kebijakan.

Bagi tim akademisi Program Studi Manajemen FEB Universitas Negeri Makassar, policy brief tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dan referensi kebijakan dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi desa di Kabupaten Bulukumba.

Ke depan, Model PINISI Value diharapkan dapat dikembangkan melalui penerapan pada sejumlah desa atau BUMDes terpilih sebagai pilot project. Implementasi tersebut dapat digunakan untuk melihat efektivitas model sekaligus melakukan penyempurnaan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kolaborasi antara Universitas Negeri Makassar, Dinas PMD Kabupaten Bulukumba, pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan model pemberdayaan ekonomi desa yang lebih terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.

Penyerahan policy brief ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata Universitas Negeri Makassar dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghadirkan hasil kajian dan rekomendasi akademik yang dapat mendukung pembangunan daerah.

Melalui sinergi tersebut, BUMDes di Kabupaten Bulukumba diharapkan semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan digital, berbasis potensi lokal, dan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *