WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, H. Ismail, mendorong generasi muda agar menjadi pelaku utama dalam memajukan kota.
Hal itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan yang berlangsung di Hotel Maleo, Sabtu (23/8/2025).
Dalam sosialisasi tersebut, Ismail menekankan pentingnya peran orang tua dan tokoh masyarakat dalam mengawal perkembangan pemuda.
Menurutnya, pemuda harus diarahkan menjadi pribadi yang berkualitas, berkarakter, serta siap tampil sebagai pemimpin masa depan.
Ia menambahkan, pemuda di Makassar tidak hanya harus fokus pada pengembangan diri, tetapi juga mengambil bagian dalam kerja sama dengan pemerintah.
“Pemuda harus bergerak bersama-sama membangun potensi yang positif dan produktif untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Salah satu narasumber, Hamri Haiya, turut menyoroti aspek pengembangan potensi pemuda. Ia menilai, peran generasi muda sangat penting dalam mendukung program-program pemerintah kota.
“Fungsi pemuda lebih dititikberatkan pada bagaimana mereka bisa membantu pemerintah dalam menyukseskan setiap program,” jelasnya.
Hamri mencontohkan, banyak program peningkatan keterampilan yang sudah tersedia, baik di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), maupun melalui dana kelurahan. Program tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan langsung oleh para pemuda jika mereka mau berinisiatif.
“Dulu kami bahkan menyiapkan secara khusus untuk karang taruna. Saat ini pun banyak event yang diarahkan pada pemuda, karena wali kota kita sendiri juga berasal dari kalangan muda,” tambahnya.
Ia juga menyebut, anak muda sudah ikut berperan dalam pemilihan RT/RW di tingkat kelurahan. Keterlibatan ini menjadi bukti bahwa pemuda semakin diakui dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan masyarakat.
Lebih jauh, Hamri menyoroti hadirnya program Makassar Creative Hub yang digagas Wali Kota. Program tersebut diyakini mampu membuka ruang bagi pemuda untuk mengasah keterampilan, khususnya di bidang kreativitas dan inovasi.
Selain itu, ia mengusulkan agar setiap kecamatan memiliki wadah kegiatan sport science sebagai upaya menyalurkan energi positif pemuda. Menurutnya, hal itu sekaligus dapat mengurangi dampak negatif dari pengaruh pergaulan bebas.
Isu lingkungan juga turut menjadi perhatian. Pemuda diharapkan menjadi motor penggerak dalam gerakan urban farming dan pengelolaan sampah.
“Kalau pemuda bisa menjadi inisiator dan motivator, pemerintah pasti akan mendukung dengan menyiapkan pembibitan dan sarana lainnya,” jelas Hamri.
Narasumber lain dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, Ipadiyanti, mengingatkan ancaman serius yang tengah dihadapi generasi muda. Menurutnya, isu narkotika dan LGBT telah banyak menyasar kalangan remaja.
“Peran orang tua menjadi kunci utama. Anak-anak harus terus diarahkan ke kegiatan yang positif, supaya tidak terjerumus pada hal-hal yang bisa merusak masa depan mereka,” tegas Ipadiyanti.
Melalui kegiatan ini, Ketua Komisi B DPRD Makassar berharap agar pemuda semakin sadar akan peran strategis mereka.
Dengan dukungan pemerintah, orang tua, dan masyarakat, pemuda Makassar diyakini mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan kota yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.