WARTAKATA.ID, MAKASSAR — Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar melakukan kunjungan kerja ke Kantor KONI Pusat di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Senin (1/12), guna menyelaraskan arah kebijakan dan penguatan pembinaan prestasi atlet menuju ajang nasional dan internasional, termasuk PON 2028.
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum II KONI Makassar Azhar Fachri, didampingi Kepala Bidang Pendidikan dan Penataran Andi Yasin Iskandar, Kabid Kerja Sama Andi Lukmanul Hakim, Kabid Humas Andre Eka Wijaya, serta sejumlah pengurus lainnya.
Rombongan KONI Makassar diterima langsung oleh Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno. Ia mengapresiasi langkah proaktif KONI Makassar yang datang langsung untuk mendalami kebijakan pembinaan olahraga nasional.
“Kehadiran KONI Makassar menunjukkan keseriusan daerah dalam membangun pembinaan prestasi yang terencana, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang. KONI Pusat siap bersinergi agar atlet Makassar mampu bersaing di PON 2028 hingga ajang internasional,” ujar Suwarno.
Dalam pertemuan tersebut, KONI Pusat memaparkan fokus pembinaan nasional yang memprioritaskan cabang olahraga Olimpiade, disusul Asian Games dan SEA Games, tanpa mengesampingkan cabang lainnya.
Sinkronisasi program antara KONI Pusat dan daerah hingga tingkat kabupaten/kota disebut menjadi kunci pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan.
KONI Pusat juga menjelaskan bahwa pembinaan nasional saat ini mencakup 81 cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 cabang akan dipertandingkan pada PON NTB–NTT 2028, terdiri atas 32 cabang Olimpiade, tiga cabang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), sembilan cabang SEA Games, serta dua cabang privilege tuan rumah.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Ketua Umum II KONI Makassar Azhar Fachri menyatakan bahwa masukan konkret dari KONI Pusat memberikan arah yang jelas bagi desain pembinaan prestasi olahraga di Kota Makassar, terutama dalam menentukan cabang olahraga prioritas.
“Arahan dan masukan dari KONI Pusat menjadi pedoman penting bagi kami dalam menyusun desain pembinaan prestasi di Makassar, khususnya dalam menentukan cabang olahraga prioritas yang berpotensi menyumbang medali,” kata Azhar.
Ia menegaskan, fokus pembinaan ke depan akan diterapkan secara terukur melalui penguatan sport science, peningkatan kualitas pelatih, pelaksanaan try out kompetitif, serta pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Azhar menambahkan, KONI Makassar berkomitmen mempertahankan dominasi perolehan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sekaligus meningkatkan kontribusi atlet Makassar di multi-event tingkat nasional, sejalan dengan target jangka panjang menuju PON 2028.







