WARTAKATA.ID, BONE – Belum jauh rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 bergulir, kontingen Kota Makassar sudah harus menerima kenyataan kehilangan salah satu prestasi yang pernah dibanggakan, yakni gelar juara satu defile.
Kejayaan yang pernah diraih pada Porprov XVII Sulsel 2022 di Kabupaten Sinjai gagal dipertahankan. Kali ini, predikat juara satu defile pada seremoni pembukaan Porprov XVIII 2026 justru diraih kontingen Kabupaten Luwu.
Hasil tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Kota Makassar. Daerah yang empat tahun lalu tampil spektakuler dan berhasil mencuri perhatian lewat kreativitas serta kemegahan defilenya, kini belum mampu mengulang penampilan serupa.
Perbedaan penampilan Makassar pada dua penyelenggaraan Porprov itu terlihat cukup mencolok. Pada 2022, kontingen Makassar tidak sekadar hadir sebagai peserta seremoni pembukaan, tetapi tampil dengan konsep yang penuh atraksi, warna, dan identitas daerah.
Saat pembukaan Porprov XVII di Lapangan Andi Bintang, Kabupaten Sinjai, Sabtu 22 Oktober 2022, defile Makassar tampil diiringi drum band dan maskot ayam jantan yang menjadi daya tarik tersendiri. Di belakangnya, sedikitnya 900 orang turut ambil bagian dalam barisan kontingen.
Kemeriahan semakin terasa dengan berbagai atribut yang dibawa peserta. Balon warna-warni bertuliskan “Makassar Juara”, gelang bercahaya, hingga syal dengan identitas yang sama menjadi bagian dari konsep penampilan yang membuat kontingen Makassar tampil menonjol.
Defile tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh Ansar Manopo, yang saat itu juga menjabat sebagai Ketua Kontingen. Ketua KONI Makassar, Ahmad Susanto, turut terlihat memberikan semangat dengan mengibarkan bendera-bendera kecil.
Kreativitas, kekompakan, dan kemasan atraksi yang ditampilkan mengantarkan Makassar meraih predikat juara satu defile Porprov XVII Sulsel 2022. Sebuah pencapaian yang sekaligus membangun ekspektasi bahwa Makassar mampu mempertahankan reputasi sebagai kontingen dengan penampilan defile yang membanggakan.
Namun, ekspektasi tersebut belum terjawab pada Porprov XVIII 2026 di Kabupaten Bone.
Berdasarkan dokumentasi visual yang tersedia, kontingen Makassar memang terlihat melintasi lapangan stadion dengan barisan panjang. Peserta mengenakan seragam dominan kuning, membawa bendera biru, serta menampilkan spanduk bertuliskan “Kontingen Olahraga Kota Makassar”.
Akan tetapi, jika dibandingkan dengan dokumentasi penampilan 2022, defile Makassar kali ini terkesan lebih sederhana dan belum memperlihatkan kemeriahan atraksi yang menjadi ciri khas penampilan mereka sebelumnya. Unsur kreativitas dan kejutan visual yang dahulu membuat Makassar menjadi pusat perhatian belum tampak menonjol dalam dokumentasi yang tersedia.
Di tengah ekspektasi tinggi terhadap kontingen ibu kota provinsi tersebut, penampilan 2026 justru menyisakan kesan bahwa Makassar belum maksimal mempersiapkan konsep defile. Barisan panjang dan atribut seragam saja tampaknya belum cukup untuk menghadirkan kemegahan yang mampu menyamai penampilan mereka empat tahun lalu.
Sementara itu, Kabupaten Luwu berhasil mengambil alih posisi teratas dengan meraih juara satu defile pada pembukaan Porprov XVIII Sulsel 2026. Prestasi tersebut sekaligus menandai berpindahnya gelar yang pernah menjadi milik Kota Makassar pada 2022.
Kondisi ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi KONI maupun pihak yang bertanggung jawab atas persiapan kontingen Makassar. Sebab, defile bukan sekadar formalitas barisan peserta yang melintasi lapangan. Seremoni tersebut merupakan kesempatan untuk memperlihatkan kreativitas, kekompakan, identitas, dan kebanggaan daerah di hadapan seluruh peserta serta masyarakat Sulawesi Selatan.
Dengan rekam jejak pernah menjadi juara satu, Makassar tentu memiliki modal dan pengalaman untuk kembali tampil memukau. Namun, hasil Porprov 2026 memperlihatkan bahwa reputasi masa lalu tidak otomatis menjamin prestasi yang sama dapat dipertahankan.
Baru pada seremoni pembukaan, satu gelar yang pernah dibanggakan Makassar sudah berpindah tangan. Kabupaten Luwu kini berdiri sebagai juara satu defile, sementara Makassar harus membawa pulang catatan evaluasi atas penampilan yang belum mampu mengulang kemegahan 2022.
Kejayaan defile Makassar pernah menjadi sorotan di Sinjai. Namun, di Porprov Bone 2026, cerita itu tidak terulang.







