Dosen UNM Dorong Penguatan Pengelolaan Biaya Produksi Kelompok Pengolah Ikan di Selayar

WARTAKATA.ID, KEPULAUAN SELAYAR — Tim dosen Program Studi Akuntansi Sarjana Terapan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihanpengelolaan keuangan dan penyusunan harga pokok produksi(HPP) bagi kelompok pengolah ikan Pokdakan Buhung Erasadi Desa Lantibongan, Kecamatan Bontosikuyu, KabupatenKepulauan Selayar, pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan inimembekali pelaku usaha mikro agar mampu menghitungbiaya produksi secara utuh dan menetapkan harga jual yang benar-benar menguntungkan.

Pokdakan Buhung Erasa beranggotakan sepuluh orang yang memproduksi abon ikan, ikan asap, dan kerupuk ikan berskalarumah tangga. Selama ini kelompok menghadapi persoalanklasik usaha mikro: keuangan usaha bercampur dengankeuangan rumah tangga, transaksi tidak tercatat, dan hargajual ditetapkan hanya dari biaya bahan baku tanpamemperhitungkan tenaga kerja, kemasan, gas, listrik, transportasi, serta penyusutan peralatan. Akibatnya, keuntungan bersih sulit diketahui dan usaha rentan merugisaat harga bahan baku naik.

“Banyak pelaku usaha mikro merasa dagangannya laris, tetapiuangnya cepat habis. Persoalannya, keuangan usaha dan rumah tangga bercampur, dan harga jual belum tentu menutupseluruh biaya produksi,” ujar ketua tim pengabdian, Masdar Ryketeng, S.Pd., M.Acc., ACPA.

Dalam pelatihan, tim memperkenalkan tiga pilar keuanganusaha yang sehat, yaitu memisahkan uang usaha dari uang rumah tangga, menggaji diri sendiri sebagai pengelola dengannominal tetap, dan mencatat setiap pemasukan sertapengeluaran setiap hari. Peserta kemudian dilatih menguraibiaya produksi ke dalam tiga kelompok, yakni bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead, lalu menghitung HPP per kemasan sebagai dasar penetapan harga jual.

Dengan metode ini, peserta dapat melihat batas bawah hargajual yang aman. Sebagai contoh, jika biaya satu siklusproduksi abon ikan tercatat sekitar Rp670.000 untuk 40 kemasan, HPP-nya adalah Rp16.750 per kemasan. Menjual di bawah angka itu berarti merugi. Peserta laludiarahkan menetapkan harga jual di atas HPP dengan margin yang wajar sekaligus menjaga arus kas melalui pengendalianutang-piutang, dana cadangan untuk perawatan alat, dan reinvestasi keuntungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdiankepada Masyarakat skema Pemberdayaan KemitraanMasyarakat (PKM) yang didanai Penerimaan Negara BukanPajak (PNBP) Universitas Negeri Makassar Tahun Anggaran2026. Selain Masdar Ryketeng selaku ketua, timberanggotakan Nurul Maghfirah Surianto, S.Ak., M.Ak.; Syafar Ahmad, S.Pd., M.Ak.; dan Zulfadli Yusuf, S.Pd., Gr., M.Ak., dengan melibatkan mahasiswa dalam pendampingandan dokumentasi

Pemateri menjelaskan cara menghitung harga pokok produksi kepada pesertapelatihan.

Program yang menyasar penguatan usaha mikro pesisir inisejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8) serta pola produksi yang bertanggung jawab (SDG 12). Melalui tata kelola keuangan yang lebih tertib, kelompokdiharapkan mampu menaikkan margin keuntungan, memperluas pasar, dan membuka peluang mengaksespembiayaan formal.

“Harapan kami, mitra dapat menerapkan pencatatan dan perhitungan HPP ini secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga usaha pengolahan ikan di Selayar tumbuh lebih sehatdan berdaya saing,” tambah Masdar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *