Driver Maxim Bandara Tewas Bersimbah Darah di Tanralili, Video Tangisan Keluarga Viral di Media Sosial

WARTAKATA.ID, MAROS – Sebuah video berdurasi 18 detik yang memperlihatkan dua wanita menangis dan berteriak histeris di samping seorang pria yang tergeletak kaku bersimbah darah viral di media sosial.

Peristiwa tragis tersebut diketahui merupakan kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Jalan Irigasi Yonkes, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Senin (7/6/2026) sekitar pukul 19.45 WITA. Korban diketahui bernama Abd. Haris (50), seorang pengemudi Maxim Bandara yang berdomisili di BTN Anugrah Residence Kariango Blok D2, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili.

Menurut keterangan saksi di lokasi, korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WITA dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan dengan luka terbuka pada leher sebelah kanan akibat sabetan senjata tajam. Korban juga mengalami luka pada bagian pinggang.

Sebelum kejadian, korban diketahui baru pulang bekerja sebagai driver Maxim Bandara. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana kronologi penyerangan tersebut terjadi karena tidak ada saksi yang melihat langsung aksi pelaku.

Usai melakukan aksinya, pelaku diduga langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian. Warga yang menemukan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Tanralili bersama warga setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna kepentingan penyelidikan.

Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka yang dideritanya. Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanralili untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum sebagai bagian dari proses penyidikan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan korban baru beberapa minggu menempati rumahnya di BTN Anugrah Residence Kariango bersama istri dan dua orang anak.

Sementara itu, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. Dugaan sementara mengarah pada motif dendam atau adanya persoalan pribadi antara pelaku dan korban.

Polisi juga menduga pelaku telah lebih dahulu mengamati pergerakan korban sebelum melancarkan aksinya di lokasi yang relatif sepi pada malam hari.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran dan polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada pihak berwajib.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *