WARTAKATA.ID, MAROS – Kasus meninggalnya ABS (6), murid Sekolah Alam Darul Istiqamah (Sadiq) Maros, kembali menjadi sorotan setelah keluarga mengungkap fakta lain yang dinilai janggal, yakni sejumlah kamera CCTV di titik-titik yang dianggap penting disebut tidak berfungsi saat peristiwa terjadi.
Menurut Orang Tua ABS, UM, keterangan yang diterima keluarga, pihak sekolah menyatakan bahwa CCTV di area kolam renang dalam kondisi rusak ketika ABS tenggelam.
Bukan hanya CCTV di area kolam renang. Dari penjelasan pihak sekolah sejak awal, kamera pengawas di sejumlah lokasi lain, termasuk ruang kelas serta jalur dari lingkungan sekolah menuju area kolam renang, juga disebut mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius keluarga karena titik-titik tersebut dinilai berpotensi memiliki rekaman yang dapat membantu mengungkap rangkaian kejadian sebelum ABS ditemukan di kolam renang.
CCTV Rusak di Titik Penting, Keluarga Minta Diuji
Bagi keluarga ABS, persoalannya bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya rekaman CCTV. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa sejumlah CCTV pada titik yang dinilai penting justru dinyatakan rusak pada saat kejadian.
Padahal, rekaman dari area kolam, ruang kelas maupun jalur menuju kolam renang berpotensi membantu menjelaskan aktivitas ABS sebelum kejadian, siapa saja yang berada di sekitar lokasi, serta bagaimana pergerakan korban hingga akhirnya ditemukan di kolam dewasa.
Keluarga menilai pernyataan mengenai kerusakan CCTV tersebut perlu diperiksa secara objektif melalui proses hukum.
“Pernyataan mengenai kerusakan itu perlu diuji secara hukum. Biarkan proses hukum nanti yang menentukan,” ungkap UM, Senin (14/9/2026).
Menurut UM pihak keluarga tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri mengenai kondisi CCTV tersebut. Mereka menyerahkan kepada penyidik untuk memastikan apakah benar perangkat tersebut mengalami kerusakan, kapan kerusakan terjadi, apa penyebabnya, serta apakah masih terdapat data atau rekaman yang dapat dipulihkan.
Jangan Sampai Bukti Penting Tidak Terungkap
Olehnya UM berharap penyidik Polres Maros dapat memeriksa kondisi CCTV secara menyeluruh, termasuk perangkat kamera, DVR/NVR atau media penyimpanan, catatan perawatan, riwayat kerusakan, serta pihak yang mengetahui kondisi sistem pengawasan tersebut.
Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah seluruh keterangan mengenai CCTV yang rusak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Bagi keluarga, lanjut UM CCTV merupakan salah satu bagian penting yang semestinya dapat membantu mengungkap fakta secara objektif.
Apalagi, masih terdapat sejumlah pertanyaan mengenai kronologi tenggelamnya ABS yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab.
Siapa yang terakhir melihat ABS? Bagaimana korban bisa berpindah dari kolam anak ke kolam dewasa? Siapa yang pertama kali mengetahui korban berada di kolam dewasa? Bagaimana sistem pengawasan saat kegiatan renang berlangsung?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan dapat dijawab melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap seluruh bukti yang tersedia.
Keluarga Serahkan kepada Proses Hukum
Keluarga ABS menegaskan bahwa mereka tidak ingin menjadi pihak yang menentukan sendiri apakah terdapat kejanggalan atau pelanggaran dalam peristiwa tersebut.
Mereka memilih menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memeriksa setiap fakta dan bukti yang ada. Termasuk mengenai pernyataan bahwa sejumlah CCTV dalam kondisi rusak.
“Biarkan proses hukum nanti yang menentukan,” ujarnya.
Keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh sehingga tidak ada fakta yang terlewat dalam mengungkap penyebab dan rangkaian kejadian yang mengakibatkan ABS meninggal dunia.
Ini Pembelajaran yang Sangat Berarti
Di balik proses hukum yang kini ditempuh, keluarga mengaku peristiwa tersebut meninggalkan kehilangan yang sangat besar.
Bagi keluarga, ABS bukan sekadar seorang siswa yang mengikuti kegiatan sekolah. Ia adalah anak semata wayang dan bagian dari keluarga yang kini harus mereka kehilangan.
Karena itu, keluarga berharap tragedi tersebut tidak berhenti hanya pada proses mencari siapa yang bertanggung jawab.
Mereka juga berharap sekolah dan yayasan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan pengawasan siswa, termasuk memastikan seluruh prosedur serta fasilitas pengamanan benar-benar berfungsi ketika kegiatan sekolah berlangsung.
Keluarga berharap kejadian yang menimpa ABS menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak ada lagi anak dan keluarga lain yang mengalami kehilangan serupa.
“Ini adalah pembelajaran yang sangat berarti atas hilangnya anak semata wayang kami, dan hilangnya kebahagiaan keluarga kami.” Keluh UM.
Kini, proses hukum berada di tangan Polres Maros. Fakta mengenai kondisi CCTV, sistem pengawasan, serta seluruh rangkaian kejadian diharapkan dapat diuji melalui penyelidikan sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada hari ABS meninggal dunia.
Upaya Konfirmasi
Wartakata.id telah berupaya menghubungi pihak Sekolah Alam Darul Istiqamah (Sadiq) Maros untuk meminta klarifikasi dan keterangan terkait peristiwa tenggelamnya ABS (6), termasuk mengenai kronologi kejadian, rusaknya CCTV, serta langkah yang dilakukan pihak sekolah saat insiden tersebut terjadi.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan atau respons atas upaya konfirmasi yang dilakukan.
Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak sekolah maupun yayasan untuk memberikan klarifikasi dan keterangan resmi sebagai bentuk keberimbangan dalam pemberitaan.
(*)










