FBS UNM Gelar Workshop Kewirausahaan: Cetak Mahasiswa Kreatif dan Inovatif di Era Digital

WARTAKATA.ID, MAKASSAR — Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan dengan tema “Membangun Jiwa Wirausaha Muda yang Kreatif dan Inovatif di Era Digital” secara daring melalui pada Kamis, 6 November 2025

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Founder Yappay, Andi Febyan Jaya, dan Ketua GIPI Sulawesi Selatan, Suhardi, yang berbagi pengalaman dan wawasan seputar dunia bisnis di era digital.

Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FBS UNM, Dr. Syamsul Rijal, S.Pd., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan iklim kewirausahaan di lingkungan mahasiswa agar mereka memiliki wadah berkreasi dan berinovasi dalam dunia usaha.

“Tujuannya adalah membuat iklim sehingga mahasiswa kita memiliki wadah berkreasi dalam hal kewirausahaan. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang memacu mahasiswa untuk benar-benar membuka peluang bisnis. Mereka bisa membuat proposal bisnis ke kementerian, karena ada program rutin dari P2MW yang sangat bagus dalam membina mahasiswa, baik dari segi pelatihan maupun pendanaan,” ujar Dr. Syamsul Rijal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tahun sebelumnya terdapat dua kategori bantuan usaha dalam program tersebut, yaitu usaha awal dengan masa usaha minimal enam bulan dan usaha lanjutan yang sudah berjalan lebih dari enam bulan.

Ia juga menambahkan bahwa pada bulan Mei mendatang akan kembali dibuka pengajuan proposal kewirausahaan, dan berharap banyak mahasiswa FBS UNM yang dapat memanfaatkan peluang tersebut.

“Saya berharap mahasiswa FBS dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Akan ada coaching untuk membantu mereka dalam menyusun proposal bisnis agar bisa bersaing dan memperoleh dukungan dari program pemerintah,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, WD 3 berharap lahirnya generasi muda kreatif, inovatif, dan mandiri yang siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi digital di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *