WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar Rezeki Nur kembali melaksanakan Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di Bonto Makkio RT 01 RW 06, Kelurahan Pa’baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Jumat (22/5/2026).
Legislator yang duduk di Komisi D DPRD Kota Makassar itu hadir menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat.
Rezeki Nur yang akrab disapa “Bu Dosen” mendengarkan satu persatu keluhan warga terkait infrastruktur, pendidikan hingga pelayanan sosial.

Dalam dialog bersama warga, persoalan akses jalan di kawasan Kampung Berua menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan masyarakat. Warga mengaku kondisi jalan di wilayah tersebut sudah lama tidak mendapatkan perbaikan.
Saat musim hujan tiba, jalan kerap tergenang banjir sehingga menyulitkan aktivitas warga, khususnya anak-anak yang hendak pergi ke sekolah.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan dan pembenahan drainase agar genangan tidak terus terjadi.
“Kasihan anak-anak kalau hujan, jalannya tergenang dan susah dilewati,” ungkap salah seorang warga dalam forum reses tersebut.
Selain infrastruktur, dalam reses Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu warga juga menyampaikan persoalan data desil yang dinilai masih bermasalah.
Sejumlah masyarakat mengaku ada warga yang layak menerima bantuan sosial namun belum terakomodir akibat persoalan pendataan.
Keluhan lain yang turut mencuat yakni terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinonaktifkan. Warga meminta adanya perhatian pemerintah agar masyarakat kurang mampu tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan baik.
Di sektor pendidikan, masyarakat Kelurahan Pa’baeng-Baeng juga meminta agar pemerintah menghadirkan sekolah tingkat SMP di wilayah mereka.
Menurut warga, keberadaan SMP di kelurahan tersebut sangat dibutuhkan untuk memudahkan akses pendidikan anak-anak setempat.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Rezeki Nur menegaskan seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui DPRD Kota Makassar sesuai kewenangan yang ada.
Rezeki Nur menyebut reses menjadi momentum penting bagi anggota dewan untuk mengetahui langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami kawal dan perjuangkan, baik terkait infrastruktur, pendidikan maupun pelayanan sosial dan kesehatan,” ujar Rezeki Nur.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di wilayah Kecamatan Tamalate.
(*)












