Kongres Pemilihan Ketua PSSI Sulsel Digelar 28 Oktober, 46 Voters Bakal Tentukan Kepemimpinan Periode 2026–2030

WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan mulai mematangkan tahapan Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sulsel periode 2026–2030. Agenda yang akan menentukan arah kepemimpinan sepak bola di Sulawesi Selatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 14.00 Wita.

Proses pemilihan diawali dengan penyampaian surat pemberitahuan kepada seluruh anggota klub PSSI kabupaten/kota pada 8 Oktober 2026. Selanjutnya, tahapan pengambilan formulir dan pendaftaran bakal calon ketua dibuka pada 17–21 Oktober 2026.

Sekretaris Umum Asprov PSSI Sulawesi Selatan, Ahmadi Djafri, mengatakan kongres pemilihan tersebut akan melibatkan 46 pemilik suara atau voters. Mereka terdiri atas perwakilan 24 PSSI kabupaten/kota serta sejumlah klub anggota yang memiliki hak suara sesuai ketentuan organisasi.

“Voters-nya 46, PSSI kabupaten/kota dan klub. Kalau pendaftarannya dari tanggal 17 sampai 21 Oktober ini,” ujar Ahmadi melalui pesan WhatsApp, Senin (19/10/2026).

Setelah masa pendaftaran ditutup, Komite Pemilihan atau Penjaringan akan melakukan verifikasi dokumen para bakal calon pada 22 Oktober 2026. Jika ditemukan persyaratan yang belum lengkap, calon diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan dokumen pada 23 Oktober 2026.

Tahapan berikutnya adalah pengumuman sekaligus penetapan calon ketua pada 24 Oktober 2026. Sehari setelahnya, yakni 25 Oktober, dibuka masa sanggah terhadap bakal calon serta kesempatan pengajuan banding sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Pada 26 Oktober 2026, Komite Pemilihan akan melaksanakan pemeriksaan dan memutus permohonan banding, sekaligus mengumumkan daftar final calon ketua. Dengan demikian, seluruh tahapan administrasi dan penyelesaian keberatan dijadwalkan rampung sebelum kongres digelar.

Kongres pada 28 Oktober mendatang menjadi momentum penting bagi PSSI Sulawesi Selatan untuk menentukan pemimpin baru yang akan menakhodai organisasi selama empat tahun ke depan. Kepemimpinan periode 2026–2030 diharapkan mampu memperkuat pembinaan pemain, meningkatkan kualitas kompetisi, serta mendorong prestasi sepak bola Sulawesi Selatan di tingkat nasional.

Dengan melibatkan 46 pemilik suara, proses pemilihan ini juga menjadi perhatian klub dan pemangku kepentingan sepak bola di daerah. Transparansi tahapan, kepatuhan terhadap statuta organisasi, serta pelaksanaan kongres yang demokratis menjadi aspek penting dalam menjaga legitimasi kepemimpinan Asprov PSSI Sulawesi Selatan. (Papa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *