WARTAKATA.ID, MAKASSAR — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Kegiatan Cabang Olahraga dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Penggunaan Dana Hibah Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Baruga Agar Jaya KONI Makassar, Minggu (7/12/2025), sebagai upaya memperkuat tata kelola administrasi dan keuangan organisasi olahraga.
Bimtek dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Kota Makassar, Ismail, dan dihadiri Sekretaris Umum Iqbal Djalil, Bendahara Umum Christoper Carlos, serta jajaran pengurus KONI Makassar periode 2025–2029. Kehadiran pimpinan organisasi menegaskan komitmen KONI dalam mendorong sistem pelaporan yang tertib, transparan, dan akuntabel di seluruh cabang olahraga (cabor).
Ismail menegaskan, Bimtek ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan sistem pelaporan keuangan dana hibah di lingkungan KONI Makassar.
Menurutnya, setiap cabor sebagai penerima hibah wajib menyusun laporan kegiatan dan keuangan secara tepat waktu serta sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pelaporan kegiatan dan LPJ dana hibah adalah bentuk tanggung jawab organisasi. Tata kelola yang baik akan berdampak langsung pada efektivitas pembinaan atlet dan pencapaian prestasi,” ujar Ismail
Ia menambahkan, tertib administrasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pemerintah daerah terhadap organisasi olahraga.
“Jika laporan kita rapi, tepat waktu, dan sesuai aturan, maka kepercayaan akan terus terjaga dan dukungan terhadap olahraga Makassar bisa berkelanjutan,” kata Ismail.
Kegiatan ini diikuti perwakilan seluruh cabor anggota KONI Kota Makassar. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mencerminkan kesadaran pengurus cabor akan pentingnya administrasi yang tertib sebagai fondasi pembinaan olahraga jangka panjang.
Materi Bimtek disampaikan dalam beberapa sesi, meliputi penyusunan LPJ dan laporan keuangan dana hibah, penguatan kelembagaan organisasi, evaluasi pelaksanaan Pra Porprov 2025, serta perencanaan program menuju Porprov 2026. Seluruh materi disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan diterapkan peserta.












