WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Musibah kebakaran yang melanda Gedung DPRD Makassar pada Jumat (28/8/2025) lalu, tak hanya meninggalkan luka duka mendalam, tetapi juga menghadirkan solidaritas nyata.
Pemerintah Kota Makassar bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan bergerak cepat memberikan perlindungan dan santunan bagi para korban.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi-Maluku, Mintje Wattu, menegaskan bahwa seluruh korban insiden, baik yang meninggal dunia maupun masih dalam perawatan, mendapatkan jaminan penuh.
Ia menyebut, biaya perawatan korban di rumah sakit ditanggung sepenuhnya hingga sembuh.
“Perawatan ini unlimited sampai pasien sembuh. Bahkan hak gaji pekerja tetap dibayarkan sesuai regulasi. Ini bentuk kepedulian bersama pemerintah kota,” jelas Mintje saat bertemu Wali Kota Makassar, Rabu (3/9/2025).
Hingga saat ini, tercatat tiga pasien masih menjalani perawatan di RS Primaya, RS Grestelina, dan RS Kemengkes (CPI).
Sementara korban lain yang telah pulang tetap mendapatkan layanan rawat jalan dengan biaya ditanggung BPJS.
Selain biaya perawatan, BPJS juga telah menyalurkan santunan bagi keluarga korban meninggal.
Sepanjang tahun 2025, total santunan yang dibayarkan kepada masyarakat Makassar mencapai Rp1,8 miliar.
Khusus insiden kebakaran DPRD, nilai perawatan korban sudah mencapai Rp108 juta.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang turun langsung menyerahkan santunan bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi musibah ini.
“Kami hadir bersama warga. Pemerintah kota memastikan semua korban mendapatkan perhatian, baik yang masih dirawat maupun yang sudah berpulang. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujar Appi, sapaan akrab Munafri.
Tak hanya itu, Pemkot Makassar melalui APBD juga telah melindungi 30 ribu pekerja rentan, dan pada APBD Perubahan 2025 jumlah tersebut ditambah menjadi 45 ribu orang.
Perlindungan ini mencakup jaminan sosial ketenagakerjaan yang bisa dirasakan manfaatnya langsung saat terjadi musibah.
Mintje menambahkan, langkah cepat pemerintah kota menghadirkan rasa tenang bagi keluarga korban.
“Kehadiran langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota sangat diapresiasi masyarakat. Mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi ujian ini,” pungkasnya.
Kebakaran yang melanda Gedung DPRD Makassar menjadi tragedi yang meninggalkan duka.
Namun, kepedulian dan perhatian nyata dari pemerintah serta BPJS diharapkan menjadi penopang semangat bagi para korban untuk bangkit kembali.













