WARTAKATA.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Prof. H.A.M. Nurdin Halid (NH), di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (14/9/2026)
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. NH dan Bahlil berdiskusi mengenai sejumlah isu strategis, khususnya terkait energi nasional, hilirisasi industri, penguatan ekonomi rakyat, serta agenda pembangunan Indonesia ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil Lahadalia menyerahkan buku karyanya kepada NH berjudul “Menanam Fondasi Kendaraan Listrik Nasional”. Buku tersebut merupakan salah satu dari 10 buku dalam seri “10 Karya Nyata Untuk Negeri” yang merefleksikan gagasan dan pengalaman Bahlil dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia, khususnya dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Penyerahan buku tersebut menjadi simbol pertukaran gagasan antara dua tokoh Partai Golkar yang sama-sama memiliki perhatian terhadap agenda kemandirian ekonomi nasional.
Bagi NH, buku merupakan bagian dari perjalanan intelektual seorang pemimpin dalam meninggalkan jejak pemikiran dan gagasan bagi bangsa.
“Buku adalah rekaman gagasan. Dari buku, kita dapat melihat bagaimana seorang pemimpin membaca persoalan, menawarkan solusi, dan memberikan kontribusi pemikiran untuk negeri,” ujar NH.
Pertukaran buku tersebut juga mengingatkan pada momen sebelumnya ketika NH menyerahkan buku karyanya berjudul “Koperasi Merah Putih” kepada Bahlil Lahadalia di Kantor DPP Partai Golkar.
Melalui buku tersebut, NH menyampaikan gagasan mengenai pentingnya koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat dan fondasi pembangunan ekonomi yang inklusif.
Menurut NH, koperasi memiliki posisi strategis dalam membangun kemandirian masyarakat karena memberikan ruang bagi rakyat untuk menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi.
“Pembangunan ekonomi harus memberikan ruang kepada rakyat untuk tumbuh. Koperasi adalah salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat,” kata NH.
Sementara itu, dalam diskusi mengenai sektor energi, NH menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam transformasi energi global.
Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik dan hilirisasi mineral harus diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi bangsa, bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah bagi industri dunia.
“Energi adalah masa depan bangsa. Kita harus memastikan sumber daya yang dimiliki Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat dan memperkuat kemandirian nasional,” ujar NH.
Selain membahas energi, NH dan Bahlil juga bertukar pandangan mengenai perkembangan Partai Golkar. NH menekankan pentingnya soliditas dan konsolidasi kader agar Golkar terus menjadi kekuatan politik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut NH, Golkar memiliki karakter sebagai partai karya yang harus terus menghadirkan solusi melalui kerja nyata.
“Golkar harus terus menjaga jati dirinya sebagai partai karya. Ukurannya adalah kontribusi nyata kader untuk masyarakat dan bangsa,” tegas NH.
NH menambahkan, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, parlemen, dunia usaha, maupun kekuatan politik.
“Energi pembangunan harus disatukan. Semua pihak harus bergerak dengan semangat yang sama untuk Indonesia yang lebih kuat,” pungkas NH










