WARTAKATA.ID, MAKASSAR — Sosialisasi Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (Pilrek UNM) Periode 2027–2031 mulai bergulir. Sosialisasi tempat kedua, yakni di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Jumat (4/9/2026).
Pesan tersebut mengemuka dalam sosialisasi Pilrek UNM yang berlangsung di Science Convention Hall FMIPA UNM.
Dekan FMIPA UNM, Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa proses pemilihan rektor merupakan agenda penting universitas yang membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh sivitas akademika. Dengan kekuatan 314 dosen serta jajaran guru besar yang dimiliki FMIPA, ia mengajak seluruh unsur fakultas turut menjaga proses pemilihan agar berlangsung dengan baik.
“Ini merupakan tugas yang berkaitan dengan proses politik di universitas. Sebagai dekan, izinkan saya mengajak kita semua memberikan dukungan kepada panitia supaya proses Pilrek dapat berjalan dengan baik,” ujar Prof. Suwardi.
Menurutnya, tanggung jawab sivitas akademika tidak berhenti ketika seorang rektor terpilih. Kepemimpinan baru nantinya akan menghadapi berbagai persoalan universitas yang membutuhkan dukungan, partisipasi, dan komitmen bersama untuk diselesaikan.
Ketua Senat UNM, Dr. Resekiani Mas Bakar, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan kehadiran Senat dalam rangkaian sosialisasi merupakan bagian dari tanggung jawab institusional untuk memastikan seluruh informasi mengenai Pilrek tersampaikan dengan jelas.
“Kehadiran saya sebagai Ketua Senat adalah untuk mengawal proses Pilrek dan memastikan segala informasi telah disampaikan dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan Senat UNM berkomitmen menjaga stabilitas universitas sekaligus memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan secara jelas, sungguh-sungguh, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, kehati-hatian menjadi penting karena proses pemilihan rektor bukan semata mengenai pergantian pucuk kepemimpinan, tetapi menyangkut masa depan universitas.
“Kita membutuhkan pemimpin yang tidak berpikir untuk kelompok atau orang tertentu, tetapi berpikir untuk kita semua,” tegasnya diiringi dengan tepuk tangan.
Dr. Resekiani juga mengajak seluruh sivitas akademika menjaga suasana akademik dan mendoakan agar seluruh tahapan Pilrek UNM berjalan dengan baik hingga menghasilkan kepemimpinan yang memperoleh kepercayaan warga universitas.
“Mohon doa untuk kita semua. Semoga proses Pilrek ini mendapat rida dan berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Idkhan, S.T., M.T., IPM., menegaskan bahwa panitia berkomitmen menjaga seluruh tahapan Pilrek berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sosialisasi juga menjadi ruang untuk menyampaikan secara terbuka mekanisme dan persyaratan pencalonan kepada dosen UNM yang memenuhi kriteria.
Sosialisasi itu juga dipandang penting untuk memperluas partisipasi sekaligus memastikan informasi mengenai tahapan, persyaratan, dan mekanisme Pilrek dipahami secara utuh oleh warga universitas, termasuk mendorong dosen-dosen yang memenuhi persyaratan agar mengambil bagian dalam kontestasi kepemimpinan UNM.
Ia mengajak para akademisi yang memenuhi persyaratan untuk menggunakan kesempatan tersebut sebagai bagian dari kontribusi terhadap masa depan universitas.
Prof. Idkhan menekankan bahwa keseluruhan proses pada akhirnya diarahkan untuk melahirkan rektor yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan dedikasi penuh terhadap UNM.
Ia menyebut UNM membutuhkan figur bertalenta yang siap mencurahkan kemampuan dan pengabdiannya bagi universitas.
“UNM membutuhkan rektor yang mampu berdiri untuk seluruh kepentingan universitas dan bersedia “menghibahkan dirinya” bagi kemajuan institusi,” terang Direktur Pascasarjana itu.
Diskusi dalam sosialisasi berlangsung dinamis. Sejumlah guru besar dan dosen FMIPA mengajukan pertanyaan kritis mengenai mekanisme sosialisasi bakal calon, penyampaian visi dan misi, keamanan proses pemilihan, hingga bagaimana memastikan janji calon rektor benar-benar dapat dipertanggungjawabkan setelah terpilih.
Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNM, Ja’faruddin, M.Pd., Ph.D., antara lain menyinggung agar Senat memilih rektor yang bisa memperbaiki atau menyelesaikan perang antarmahasiswa.
Sementara itu, Prof. Muharram meminta agar ruang sosialisasi bagi calon rektor di fakultas-fakultas. Dalam forum tersebut berkembang pandangan bahwa bakal calon pada prinsipnya dapat memperkenalkan gagasan dan kapasitasnya kepada sivitas akademika sepanjang tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Prof. Idkhan, selalu Ketua Panitia menjelaskan bahwa penyampaian visi dan misi kandidat pada tahapan resmi nantinya dilaksanakan dalam satu forum yang telah ditentukan. Pertimbangan keamanan, ketertiban, serta kesetaraan ruang bagi para calon menjadi bagian penting dalam pengaturan tahapan tersebut.
Forum semakin substantif ketika Prof. Haris mempertanyakan bagaimana menghilangkan stigma bahwa visi dan misi calon rektor kerap berhenti sebagai dokumen saat proses pemilihan dan tidak menjadi ukuran nyata setelah kandidat menduduki jabatan.
Dalam diskusi tersebut muncul gagasan agar komitmen kandidat terhadap visi dan misinya diperkuat melalui mekanisme pertanggungjawaban, termasuk wacana pakta integritas yang mengikat komitmen calon terhadap agenda yang telah disampaikan kepada sivitas akademika.
Masukan lain juga disampaikan Prof. Hamsah Opu dan sejumlah guru besar, termasuk mengenai peran Majelis Guru Besar dalam memperkuat kualitas proses akademik dan kepemimpinan universitas.
Rangkaian pertanyaan tersebut membuat sosialisasi di FMIPA berkembang melampaui penjelasan teknis Pilrek. Forum berubah menjadi ruang refleksi mengenai tipe kepemimpinan yang dibutuhkan UNM pada periode mendatang: pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, keberanian mengambil tanggung jawab, mampu merangkul seluruh elemen universitas, serta menempatkan kepentingan UNM di atas kepentingan kelompok.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi Pilrek yang dijadwalkan berlangsung pada 4–18 September 2026 di seluruh unit UNM, meliputi fakultas, Pascasarjana, Kampus V Parepare, dan Kampus IV Bone. Selain menjelaskan tahapan pemilihan, rangkaian tersebut sekaligus menjadi penyampaian terbuka kepada dosen UNM yang berada setiap unit yang memenuhi persyaratan agar dapat mengambil bagian dalam proses pencalonan Rektor UNM Periode 2027–2031.










