Sosialisasi Pilrek di FPsi UNM, Dekan: Pilrek Bukan Kompetisi, tetapi Fastabiqul Khairat

WARTAKATA.ID,MAKASSAR — Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 harus menjadi bagian dari proses demokrasi akademik yang sehat, terbuka, dan mengedepankan kebersamaan. Pilrek bukan ruang untuk membangun sekat, melainkan momentum mencari pemimpin terbaik bagi kemajuan universitas.

Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Psikologi (FPsi) UNM, Prof. Dr. H. Ahmad Razak, S.Ag., S.Psi., M.Si., saat memberikan sambutan dalam sosialisasi Pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031, Senin (14/9/2026).

FPsi UNM menjadi fakultas kesembilan yang dikunjungi Panitia Pemilihan Rektor UNM dalam rangkaian sosialisasi tahapan Pilrek. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Senat FPsi UNM tersebut dihadiri pimpinan fakultas, ketua program studi, serta pegawai di lingkungan FPsi.

Ahmad Razak menegaskan bahwa keterlibatan seluruh sivitas akademika merupakan bagian penting dalam menyukseskan proses pemilihan rektor.

Menurutnya, Pilrek harus berlangsung dengan prinsip transparansi, keterbukaan, dan objektivitas agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa UNM berkembang.

“Ini bagian dari kepedulian kita untuk menyukseskan Pilrek UNM ke depan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh keluarga besar UNM menunjukkan semangat kebersamaan dalam mengawal proses pemilihan.

“Dengan semangat UNM, mari kita tunjukkan kebersamaan dan berpartisipasi aktif untuk mengantar UNM memilih rektor kita yang terbaik,” katanya.

Menurut Ahmad Razak, partisipasi dalam Pilrek tidak hanya dimaknai sebagai memberikan suara dalam proses pemilihan. Kehadiran sivitas akademika dalam setiap tahapan, menjaga suasana kampus tetap kondusif, serta memberikan masukan yang konstruktif juga merupakan bentuk partisipasi.

“Partisipasi bukan sekadar memilih atau memberikan suara. Kehadiran Bapak/Ibu adalah bagian dari partisipasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa proses Pilrek harus dijaga agar tidak menimbulkan perpecahan di lingkungan universitas.

Menurutnya, setiap warga kampus dapat memiliki pilihan masing-masing, tetapi perbedaan pilihan tidak boleh membuat sivitas akademika terkotak-kotak.

“Persoalan sesuai selera kita masing-masing itu hal lain. Jangan membuat kita terkotak-kotak,” katanya.

Ahmad Razak juga memberikan apresiasi kepada Panitia Pilrek UNM yang dinilainya telah bekerja secara sungguh-sungguh sejak awal tahapan hingga saat ini.

“Saya tahu persis, Pilrek ini sudah bersungguh-sungguh mulai dari awal sampai saat ini, tanpa pamrih dan penuh keikhlasan,” ujarnya.

Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan panitia ke berbagai fakultas merupakan wujud kepedulian untuk memastikan seluruh sivitas akademika memperoleh pemahaman yang sama mengenai proses pemilihan.

Dalam pandangannya, Pilrek bukanlah sebuah kompetisi yang mempertemukan pihak yang menang dan kalah, tetapi bagian dari semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Ini bukanlah kompetisi, tetapi Pilrek adalah bagian dari fastabiqul khairat,” katanya.

Ia menilai para calon rektor yang mendaftarkan diri bukanlah kompetitor dalam arti persaingan yang memecah hubungan akademik, melainkan mitra dalam proses memilih pemimpin terbaik.

“Calon yang mendaftar bukan kompetitor, tetapi mitra dalam pemilihan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Idkhan, S.T., M.T., IPM., menyampaikan apresiasi atas masukan dan dukungan yang diberikan sivitas akademika FPsi.

Menurutnya, seluruh masukan yang diperoleh dari rangkaian sosialisasi akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat senat UNM.

“Kita mendapatkan banyak saran dan masukan. Seluruh masukan yang kita dapatkan akan kami sampaikan dalam rapat senat UNM nanti,” katanya.

Idkhan berharap proses Pilrek dapat melahirkan pemimpin yang memiliki keterbukaan, tanggung jawab, dan kapasitas sebagai seorang akademisi.

Ia juga membuka peluang lahirnya pemimpin UNM dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Psikologi.

“Harapan saya, ada lahir pemimpin dari Fakultas Psikologi,” ujarnya.
Menurutnya, rektor yang terpilih nantinya bukan hanya menjadi pemimpin kelompok tertentu, tetapi harus menjadi rektor bagi seluruh keluarga besar UNM.

“Kita berharap rektor ke depan adalah rektor kita semua,” katanya.
Idkhan mengajak seluruh sivitas akademika untuk melihat Pilrek sebagai momentum menatap masa depan universitas.
“Mari kita memandang ke depan,” ujarnya.

Sosialisasi Pilrek di FPsi UNM menjadi bagian dari rangkaian komunikasi panitia dengan seluruh fakultas untuk membangun pemahaman bersama mengenai mekanisme pemilihan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru