WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Rock in Celebes 2026 tak hanya menjadi ruang berkumpulnya para penikmat musik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di tengah kemeriahan festival musik yang digelar di kawasan Fort Rotterdam, Makassar, para pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk sekaligus memburu keuntungan.
Kehadiran berbagai tenant UMKM menjadi bagian dari dinamika festival. Pengunjung tidak hanya disuguhkan penampilan musisi, tetapi juga dapat menjelajahi beragam produk dan merchandise yang ditawarkan para pelaku usaha.
Salah satu pelaku UMKM yang memanfaatkan kesempatan tersebut adalah Hajarul Ramli, pedagang merchandise asal Palu, Sulawesi Tengah. Ia hadir membawa produk sekaligus memperkenalkan Festival Titik Temu yang dijadwalkan berlangsung di Palu pada 13–14 November 2026.
Hajarul mengaku mendapatkan kesempatan berpartisipasi melalui informasi langsung dari pihak penyelenggara. Baginya, keikutsertaan dalam Rock in Celebes bukan sekadar kesempatan berjualan, melainkan juga ruang memperluas promosi dan membangun jejaring dengan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah.
“Sudah tahun kelima saya ikut,” ungkap Hajarul, Sabtu (31/10/2026).
Selain menawarkan merchandise, ia juga memanfaatkan pertemuan dengan sesama tenant dan pengunjung untuk memperkenalkan agenda festival yang akan digelar di Palu. Menurutnya, Rock in Celebes menjadi tempat strategis untuk menjangkau audiens yang memiliki ketertarikan terhadap musik dan kegiatan kreatif.
Peluang serupa juga dirasakan Aldi, pelaku usaha minuman dari Trust Tea. Ia menjajakan berbagai jenis minuman berbasic teh dan jeruk dengan konsep yang turut memperhatikan pengurangan sampah selama kegiatan berlangsung.
Trust Tea menerapkan layanan penyajian minuman bagi pembeli yang membawa tumbler. Mereka juga menyediakan tumbler untuk mendukung kebiasaan penggunaan wadah minum yang dapat dipakai kembali.
Aldi mengatakan, keikutsertaannya dalam Rock in Celebes bukan kali pertama. Trust Tea telah berpartisipasi selama empat tahun berturut-turut dan mulai memahami karakter pengunjung serta peluang penjualan di tengah festival.
Dari sejumlah produk yang ditawarkan, minuman jeruk menjadi salah satu yang paling diminati pembeli. Ia juga mengaku tidak menemukan kendala berarti karena sudah memiliki pengalaman mengikuti kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Aldi, Rock in Celebes memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan konsumen, memperkenalkan produk, sekaligus membangun pelanggan yang berpotensi kembali membeli pada penyelenggaraan berikutnya.
Ia berharap Rock in Celebes dapat terus digelar secara berkelanjutan. Bahkan, ia berharap festival tersebut bisa diselenggarakan lebih dari satu kali dalam setahun agar kesempatan bagi pelaku UMKM semakin terbuka.
“Kalau bisa ini Rock in Celebes diadakan dua kali lah setahun. Tanggung kalau cuma setahun sekali,” uacp Aldi, Sabtu (31/10/2026).
Keterlibatan UMKM seperti Hajarul dan Trust Tea memperlihatkan bahwa festival musik berskala besar memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Selain menjadi panggung bagi musisi, Rock in Celebes juga menghadirkan ruang pertemuan antara pelaku usaha, komunitas, dan konsumen.
Bagi UMKM, keramaian festival menjadi kesempatan untuk berburu cuan sekaligus memperluas jangkauan pasar. Sementara bagi pengunjung, keberadaan tenant memberikan pengalaman yang lebih lengkap dalam menikmati festival.
Dengan demikian, Rock in Celebes 2026 tidak hanya menghidupkan panggung musik di Fort Rotterdam, tetapi juga ikut membuka denyut aktivitas ekonomi kreatif dan memberi ruang bagi pelaku usaha lintas daerah untuk berkembang. (Papa)













