WARTAKATA.ID, GOWA – Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mendorong siswa SMA Negeri 9 Gowa memperkuat literasi digital sekaligus melestarikan budaya lokal melalui karya kreatif berbasis teknologi.
Kegiatan bertajuk “Workshop Kreatif Media Visual Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Literasi Digital dan Pelestarian Budaya Lokal Siswa SMA Negeri 9 Gowa” tersebut menghadirkan pelatihan produksi media visual dengan menjadikan nilai budaya A’bulo Sibatang sebagai sumber inspirasi karya digital.
Ketua Tim PKM UNM, Asis Nojeng, mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital perlu diarahkan agar tidak hanya menjadi ruang konsumsi informasi, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk menciptakan karya yang memiliki nilai edukatif dan budaya.
“Generasi muda perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menggunakan perangkat digital, tetapi juga bagaimana menggali nilai budaya lokal kemudian mengemasnya menjadi karya visual yang menarik dan bermakna,” ujar Asis Nojeng.
Menurutnya, budaya lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai bentuk media kreatif. Nilai A’bulo Sibatang yang merepresentasikan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Makassar menjadi basis dalam pengembangan ide konten digital siswa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal tidak hanya disimpan sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat hadir dalam ruang digital melalui kreativitas generasi muda,” jelasnya.
Program PKM ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis proyek melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi program, pelatihan literasi digital dan budaya lokal, praktik produksi media visual, pendampingan karya, kurasi hasil kreativitas siswa, hingga evaluasi kegiatan.
Dalam pelaksanaan workshop, siswa SMA Negeri 9 Gowa mendapatkan pembekalan mengenai konsep budaya A’bulo Sibatang, penyusunan ide kreatif, teknik fotografi, videografi, desain poster digital, editing, serta etika publikasi di ruang digital.
Melalui kegiatan tersebut, peserta berhasil menghasilkan berbagai karya kreatif berupa poster digital, dokumentasi foto cerita, serta rancangan konten media sosial berbasis nilai budaya lokal. Program ini juga mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam mengolah informasi budaya menjadi pesan visual yang komunikatif.
Asis Nojeng menambahkan bahwa keberlanjutan program akan diarahkan melalui penguatan tim kreatif sekolah, pemanfaatan bank konten budaya, serta pengembangan aktivitas literasi digital secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kami berharap siswa mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi tetap memiliki kecintaan terhadap budaya daerahnya,” tambahnya.
Kepalas SMA Negeri 9 Gowa, H. Tajuddin, S.Pd., M.Si. mendukung penuh program ini di sekolahnya. menurutnya, pengabdian yang dilakukan dosen UNM sangat membantu kemajuan dan pengetahuna sekolah dan murid.
“Insyaallah, kami dari SMA Negeri 9 Gowa sangat mendukung kegiatan positif seperti ini agar siswa kami tidak terpapar konten-konten yang negatif. Besar harapan kami semoga ini terus berlanjut ke depannya,”pungkasnya.
Program PKM UNM di SMA Negeri 9 Gowa menunjukkan bahwa teknologi digital dapat menjadi medium strategis dalam memperkenalkan, mendokumentasikan, dan menjaga keberlanjutan budaya lokal melalui kreativitas generasi muda.








