Amanah Lima Tahun di Pundak Imran, Pertegas Komitmen ELIT untuk Hadir dan Berjuang Bersama Masyarakat

WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Imran, S.E. resmi dipercaya menakhodai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Elang Timur Indonesia (ELIT) untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang menjadi momentum penting bagi keberlanjutan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan ELIT lima tahun ke depan.

Terpilihnya Imran bukan sekadar bentuk kepercayaan, tetapi juga menjadi amanah besar untuk memperkuat eksistensi organisasi agar semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah berbagai persoalan sosial.

Menyikapi kepercayaan tersebut, Imran menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta Mubes serta keluarga besar ELIT yang telah memberikan mandat kepadanya.

Imran menegaskan, kepemimpinan periode 2026–2031 akan diarahkan pada penguatan peran organisasi sebagai wadah pengabdian, kepedulian, dan perjuangan sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Imran, ELIT tidak boleh hanya menjadi organisasi yang aktif dalam kegiatan internal, tetapi harus mampu hadir, berbaur, serta mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

“Kepercayaan ini bukan sekadar kehormatan bagi saya, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Kami ingin Elang Timur Indonesia hadir bukan hanya dikenal sebagai sebuah organisasi, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya seberapa besar namanya, melainkan seberapa besar kontribusi dan kepeduliannya terhadap sesama,” tegas Imran dalam sambutannya, Sabtu (7/11/2026).

Imran menjelaskan, terdapat sejumlah sektor yang akan menjadi perhatian ELIT dalam menjalankan program-program organisasi, di antaranya kegiatan sosial dan kemasyarakatan, pendampingan hukum, serta perhatian terhadap dunia pendidikan.

Bahkan, Imran berharap, ELIT dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pendampingan, menyampaikan aspirasi, sekaligus mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.

“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, ketika ada persoalan hukum yang memerlukan pendampingan, atau ketika ada persoalan sosial dan pendidikan yang membutuhkan perhatian, ELIT harus berupaya hadir. Organisasi ini harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar menjadi penonton atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Apresiasi Demokrasi dan Regenerasi Kepemimpinan

Selain berbicara mengenai arah organisasi, Imran juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar yang dinilainya menjadi bagian penting dalam membangun budaya organisasi yang terbuka, transparan, dan demokratis.

Meski Elang Timur Indonesia baru terbentuk pada November 2025, organisasi tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen dalam menjalankan proses regenerasi kepemimpinan melalui mekanisme pemilihan yang terbuka dengan menghadirkan sejumlah kandidat ketua.

Bagi Imran, proses tersebut merupakan cerminan bahwa organisasi yang sehat harus memberikan ruang bagi setiap kader untuk berpartisipasi, berkompetisi secara positif, dan memiliki kesempatan yang sama dalam menentukan masa depan organisasi.

“Organisasi yang kuat bukan organisasi yang bergantung pada satu figur, melainkan organisasi yang mampu membangun sistem dan melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Jabatan bukan sesuatu yang harus dipertahankan selamanya. Ada saatnya kita memimpin, dan ada saatnya kita memberikan kesempatan kepada kader lain untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Itulah esensi regenerasi dan demokrasi dalam sebuah organisasi,” tuturnya.

Imran menambahkan, keberlangsungan organisasi tidak semestinya hanya bertumpu pada sosok ketua, tetapi harus dibangun melalui soliditas pengurus, kebersamaan kader, serta komitmen kolektif dalam menjalankan visi dan misi organisasi.

Siapkan Pelantikan dan Program Kerja

Lebih lanjut, Imran berharap kepengurusan DPP Elang Timur Indonesia periode 2026–2031 dapat semakin solid dan mampu melahirkan program-program yang produktif, inovatif, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pasca-Mubes, pihaknya akan segera menindaklanjuti sejumlah agenda organisasi, termasuk mempersiapkan pelantikan kepengurusan dan mematangkan berbagai program sosial maupun kegiatan kemasyarakatan yang telah direncanakan.

“Kami tidak ingin momentum Mubes ini berhenti sebatas pergantian atau penetapan kepemimpinan. Justru setelah Mubes, pekerjaan sesungguhnya dimulai. Kami akan mempersiapkan pelantikan, memperkuat konsolidasi internal, dan memastikan seluruh program organisasi dapat berjalan. Harapan kami, setiap langkah ELIT ke depan membawa manfaat dan meninggalkan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Elang Timur Indonesia diharapkan semakin memperkuat konsolidasi internal, memperluas jangkauan pengabdian, serta meningkatkan kontribusinya dalam bidang sosial, kemasyarakatan, pendampingan hukum, dan pendidikan.

Bagi Imran, amanah kepemimpinan tersebut harus dijawab melalui kerja nyata, bukan sekadar janji. Sebab, kehadiran sebuah organisasi akan memiliki arti ketika mampu berdiri bersama masyarakat, mendengar persoalan mereka, dan ikut menghadirkan solusi. (Papa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *