WARTAKATA.ID, BONE – Sebuah kisah asmara yang seharusnya cukup diselesaikan dengan tombol “mute” atau “sabar” justru berubah menjadi drama laga di Kabupaten Bone.
Seorang pria berinisial SA (40) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya kekasihnya sendiri karena kesal telepon dan pesan singkatnya tidak mendapat balasan.
Menurut informasi yang dihimpun, pelaku datang ke kamar kost korban untuk meminta penjelasan. Namun, bukannya mendapat jawaban romantis, pertemuan itu malah berubah menjadi adu argumen yang berujung petaka.
Di tengah cekcok, pelaku diduga melukai pergelangan tangan korban menggunakan pisau. Situasi semakin heboh saat keluarga korban datang melerai.
Alih-alih menyerah atau meminta maaf, pelaku justru memilih jalur yang tidak biasa untuk melarikan diri. Ia mencoba menerobos jendela kaca kost dengan gaya yang disebut warga sebagai “versi ekonomis film aksi Hollywood”.
Sayangnya, aksi tersebut tidak menghasilkan kemampuan super. Jendela berhasil pecah, tetapi pelaku juga mengalami luka-luka akibat terkena pecahan kaca di sekujur tubuh.
Akibat kejadian itu, korban dan pelaku sama-sama harus mendapatkan perawatan medis. Korban mengalami luka pada pergelangan tangan, sementara pelaku harus menerima konsekuensi dari “adu kuat” dengan kaca jendela.
Kapolsek Tanete Riattang, AKP Budhiawan, mengatakan pelaku kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendalami keterangan korban yang mengaku telah beberapa kali mengalami tindakan kekerasan sebelumnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pesan yang tidak dibalas memang bisa membuat seseorang kesal. Namun, para ahli hubungan sepakat bahwa jendela kaca bukanlah pihak yang harus menanggung akibatnya.










