Usai Isu Bupati Gowa, Kini Viral Dugaan Hubungan Asmara Ketua DPRD dan Bupati Gemparkan Sulsel

WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Belum reda perhatian publik terhadap polemik yang sebelumnya menyeret Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, kini media sosial kembali diramaikan isu dugaan hubungan asmara yang disebut melibatkan seorang ketua DPRD dan seorang bupati di wilayah Sulsel.

Isu itu mencuat melalui unggahan akun Instagram yang disebut sebagai @lambeturah_bone atau @labeturah_bone dalam sejumlah pemberitaan pada Rabu (21/10/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut menggunakan istilah “Konoha” untuk menyamarkan identitas daerah dan pejabat yang dimaksud.

Unggahan itu memuat tudingan mengenai dugaan hubungan pribadi antara dua pejabat yang disebut masing-masing telah berkeluarga. Pengelola akun juga mengklaim memiliki rekaman CCTV hotel yang dikaitkan dengan isu tersebut. Namun, hingga kini, keberadaan, keaslian, dan isi rekaman itu belum terverifikasi secara independen.

Komentar Netizen Bermunculan, Ada yang Meragukan Isu

Perbincangan mengenai isu tersebut turut memancing beragam tanggapan warganet. Sejumlah komentar muncul di kolom unggahan akun Facebook Makassar_Info, mulai dari permintaan penjelasan lebih lengkap hingga keraguan terhadap kebenaran kabar yang beredar.

Akun Bang Soel Saja menulis, “Janganko stengah admin menjelaskan”. Sementara itu, Jasmiadi Jasmi berkomentar, “Biasanya gosip2 begini akurasinya 9%”.

Komentar lain datang dari Nisad yang menulis, “Ngerinya main2nya pejabat di hotel Denpasar”. Adapun Riko Swatt menyampaikan keraguannya dengan menulis, “Jangan percaya, ini sensasi.. hoax”.

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan beragam respons warganet terhadap isu yang tengah menjadi perbincangan. Ada yang meminta penjelasan lebih lengkap, ada yang meragukan akurasi kabar, dan ada pula yang menganggapnya sebagai sensasi. Meski demikian, tanggapan di kolom komentar tetap merupakan pendapat pribadi pengguna media sosial dan tidak dapat dijadikan bukti untuk memastikan benar atau tidaknya tudingan tersebut.

Berbeda dengan Polemik Bupati Gowa

Sebelumnya, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menjadi sorotan dalam polemik hak angket DPRD Kabupaten Gowa pada 2026. Persoalan tersebut mencakup sejumlah isu, termasuk dugaan yang menyangkut kehidupan pribadinya.

Dalam pemberitaan pada Juni 2026, Husniah membantah tuduhan perselingkuhan yang diarahkan kepadanya dan menyatakan keberatan apabila pembahasan hak angket memasuki ranah pribadi yang tidak berkaitan dengan kebijakan publik.

Polemik Bupati Gowa tersebut memiliki konteks dan proses tersendiri. Sementara itu, isu terbaru yang menyebut seorang ketua DPRD dan seorang bupati di Sulsel belum terverifikasi dan tidak dapat langsung dikaitkan dengan perkara sebelumnya.

Dengan demikian, kemunculan dua isu tersebut dalam rentang waktu berbeda tidak serta-merta membuktikan adanya hubungan antara keduanya.

Fakta atau Sekadar Rumor?

Pertanyaan utama yang kini muncul adalah apakah tudingan terbaru itu memiliki dasar bukti yang kuat atau hanya berkembang sebagai rumor di media sosial.

Untuk menjawabnya, diperlukan pemeriksaan terhadap sumber awal informasi, bukti autentik yang diklaim tersedia, serta klarifikasi dari pihak-pihak yang disinggung.

Hingga berita ini disusun, belum ada verifikasi independen yang cukup untuk menyatakan dugaan hubungan asmara tersebut sebagai fakta. Namun, tanpa bukti yang menunjukkan bahwa informasi itu sengaja dibuat-buat atau terbukti tidak benar, menyebutnya sebagai hoaks juga belum memiliki dasar yang memadai.

Status yang paling tepat saat ini adalah belum terverifikasi.

Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak yang merasa disebut atau dirugikan oleh informasi tersebut. Perkembangan lebih lanjut perlu didasarkan pada bukti dan keterangan yang dapat diuji, bukan sekadar spekulasi.

Di tengah derasnya arus informasi, publik perlu membedakan antara isu yang viral dan fakta yang telah terkonfirmasi. Sebab, banyaknya komentar, unggahan, dan spekulasi tidak otomatis membuktikan kebenaran sebuah tudingan. (Papa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *