WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rezeki Nur, menggelar Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di Jalan Badak 4 No.3 RT 03 RW 01, Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan reses yang berlangsung penuh keakraban itu dihadiri tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, pemuda, hingga para ketua RT dan RW setempat. Kehadiran legislator yang akrab disapa “Bu Dosen” tersebut disambut hangat warga.

Dalam sambutannya, Rezeki Nur menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung berbagai persoalan masyarakat di tingkat bawah.
Anggota Komisi D itu juga mengatakan, aspirasi warga akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Makassar, khususnya dalam pembahasan program pemerintah yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Semua masukan dari warga akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Reses ini bukan hanya agenda formal, tetapi wadah untuk mencari solusi bersama,” ujar Bu Dosen.
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga Bonto Biraeng yakni terkait data Desil yang dinilai masih membingungkan masyarakat. Sejumlah warga mengaku belum memahami mekanisme penentuan kategori penerima bantuan sosial.
Warga berharap pemerintah dapat melakukan pendataan ulang secara lebih transparan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Selain persoalan Desil, masalah drainase juga menjadi perhatian serius warga Kelurahan Bonto Biraeng. Mereka mengeluhkan saluran air yang kerap tersumbat sehingga menyebabkan genangan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Beberapa warga menyebut kondisi drainase yang buruk sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah kota agar tidak semakin merugikan masyarakat.
Tak hanya itu, warga juga meminta penambahan lampu jalan dan pemasangan CCTV di sejumlah titik lingkungan yang dianggap rawan dan minim penerangan pada malam hari.
Menurut warga, keberadaan lampu jalan dan CCTV sangat penting untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekaligus mencegah tindak kriminalitas yang dapat meresahkan masyarakat.
Dalam forum dialog tersebut, persoalan penerimaan siswa baru turut menjadi pembahasan. Sejumlah orang tua siswa mengaku khawatir dengan sistem penerimaan yang dinilai masih menyulitkan masyarakat tertentu.
Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan sistem penerimaan siswa baru yang lebih adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Rezeki Nur menegaskan dirinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar setiap persoalan yang disampaikan warga dapat segera ditindaklanjuti.
Sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Makassar yang membidangi kesejahteraan rakyat, Bu Dosen menilai persoalan pendidikan, lingkungan, dan pelayanan sosial memang harus menjadi prioritas utama pemerintah demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
(*)







