WARTAKATA.ID, MAKASSAR – Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 yang dilaksanakan anggota DPRD Kota Makassar, Rezeki Nur, berlangsung di Jalan Baji Pamai 5 No.18 RT 04 RW 02, Kelurahan Tamparang Keke, Kecamatan Mamajang, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri warga setempat yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan secara langsung.

Dalam kegiatan reses tersebut, Rezeki Nur yang merupakan anggota Komisi D DPRD Kota Makassar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampak aktif berdialog dengan masyarakat.
Sosok yang akrab disapa “Bu Dosen” itu mendengarkan satu per satu masukan dari warga terkait kebutuhan lingkungan dan sosial masyarakat.

Salah satu persoalan utama yang disampaikan warga adalah kondisi drainase di sejumlah titik yang dinilai kurang baik. Warga mengeluhkan saluran air yang sering tersumbat sehingga menyebabkan genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera melakukan normalisasi dan perbaikan drainase agar lingkungan menjadi lebih nyaman dan terhindar dari banjir. Keluhan tersebut menjadi perhatian serius karena dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas warga sehari-hari.
Selain masalah drainase, warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan masjid di lingkungan mereka. Beberapa bagian bangunan disebut membutuhkan renovasi agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan aman.
Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun dukungan melalui program aspirasi dewan untuk membantu proses perbaikan rumah ibadah tersebut. Menurut mereka, masjid memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.
Keluhan lain yang turut disampaikan ialah mengenai penerangan lorong. Warga meminta penambahan lampu jalan di beberapa titik yang masih minim pencahayaan, terutama pada malam hari demi meningkatkan keamanan lingkungan.
Tidak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan pemasangan CCTV di lorong-lorong permukiman warga. Usulan tersebut muncul sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak kriminalitas serta untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
Dalam dialog bersama warga, Rezeki Nur juga menerima berbagai masukan terkait pembinaan anak dan remaja di lingkungan masyarakat. Warga berharap adanya program pembinaan yang lebih aktif untuk generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif pergaulan bebas.
Menurut warga, pembinaan anak sangat penting dilakukan sejak dini melalui kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan program kepemudaan dan pendidikan karakter secara berkelanjutan.
Aspirasi mengenai pendidikan etika dan akhlak bagi anak sekolah juga menjadi perhatian dalam reses tersebut. Warga menilai pendidikan moral perlu diperkuat seiring perkembangan zaman dan tantangan sosial yang semakin kompleks.
Masyarakat berharap sekolah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa yang memiliki sopan santun, disiplin, dan nilai-nilai keagamaan yang baik.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rezeki Nur menyampaikan bahwa seluruh masukan warga akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada di DPRD Kota Makassar.
“Jadi reses ini merupakan momentum penting untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat. Jadi kalau ada yang dibutuhkan warga disini sampaikan memang ki,” ujar Rezeki Nur.
Rezeki Nur juga menyebut bahwa persoalan drainase akan menjadi salah satu prioritas yang akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Menurutnya, sistem drainase yang baik sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi warga.
Di akhir kegiatan, Rezeki Nur mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan aktif menyampaikan aspirasi demi pembangunan lingkungan yang lebih baik.
Bahkan Rezeki Nur juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan kebutuhan warga Kecamatan Mamajang.
(*)







