WARTAKATA.ID, BANTAENG – Menjaga lingkungan acap kali dianggap rumit dan membutuhkan aksi besar. Namun di tangan dingin para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, cara pandang itu mulai balikkan.
Di Desa Layoa, Kecamatan Gantarangkeke di Kabupaten Bantaeng, para mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas Tematik “Pemberdayaan Desa” melaksanakan program kerja individu. Salah satu mahasiswa itu adalah Rezki Nur Fadilah.
Di desa itu, Rezki Nur Fadilah membuat plang edukasi dan penyediaan tong sampah untuk meningkatkan kesadaran dan menjaga kebersihan lingkungan. Ada beberapa titik di Desa Layoa yang tersentuh program.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar serta mengurangi kebiasaan dalam membuang sampah sembarangan,” sebut Rezeki Nur Fadillah.
Sebelum program ini dijalankan, ia lebih dulu melakukan survei lokasi untuk menentukan titik pemasangan plang edukasi dan penempatan tong sampah yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Selanjutnya, mahasiswa melakukan pembuatan desain plang yang berisi pesan-pesan ajakan menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan sungai dan menerapkan budaya hidup bersih.
“Setelah proses pembuatan selesai, selanjutnya plang edukasi dipasang di lokasi-lokasi yang sering dilalui masyarakat, sementara tong sampah ditempatkan di area publik yang berpotensi menghasilkan banyak sampah,” tulis Fadilah.
Kata dia, dengan hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Selain itu, program kerja individu berupa pembuatan plang edukasi dan penyediaan tong sampah diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang di Desa Layoa dengan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan memberikan kebiasaan atau budaya dalam membuang sampah pada tempatnya dapat terus diterapkan sehingga kualitas lingkungan di Desa Layoa semakin baik,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN bisa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif pencemaran sampah terhadap kesehatan, lingkungan dan ekosistem sungai.
Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan desa yang bersih, sehat dan nyaman. (*)











